Semangat Gotong Royong Warnai Kurban AFCO Group 2026 di Jombang
Semangat Gotong Royong Warnai Kurban AFCO Group 2026 di Jombang
previous arrow
next arrow
Dakwah

Mempersiapkan Masyarakat yang Mampu Menegakkan Kebenaran dan Berbuat Adil

Oleh: Ustadz Sigit Sunaryanto

 

AssalmPedia.id – Setelah Rasulullah saw bersama shahabat menetap di Madinah dan membangun Masjid, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, menguatkan ekonomi umat dan beberapa langkah lainnya.

Maka selanjutnya yang dilakukan Rasullulah saw adalah menata masyarakat agar sanggup mengemban risalah secara bersama-sama dan menjadi masyarakat yang mampu menegakkan kebenaran dan berbuat adil:

Adapun langkah-langkah itu yang utama adalah ;

Meneladani Makna Bulan Muharram 1448 H di Era Digital, Momentum Hijrah Spiritual dan Moral

Menguatkan Keimanan

– Selalu melibatkan Allah; para sahabat dididik untuk mengucapkan kata-kata yang selalu menyebut asma-Nya dengan penuh kesadaran.

– Semangat menuntut ilmu; Rasulullah membuka ruang yang seluas-luasnya majelis ilmu kepada para sahabat, dan sekaligus memotivasi mereka untuk terus belajar.

– Mendidik untuk menjadi ahli taubat; Rasulullah sendiri memberikan contoh untuk banyak-banyak istighfar, khususnya di malam hari. Perasaan masih banyak punya kekurangan akan menjadi kita berusaha terus memperbaiki diri.

 

Ustadz Salim Basawad: Santri Hafidz Quran Harus Jadi Penggerak Kebangkitan Peradaban Islam

Membangun Kepemimpinan

– Shalat jama’ah ; ketika tiba di Madinah, sesegera mungkin Rasulullah bersama shahabat membangun Masjid, inilah sarana utama untuk melaksanakan shalat berjamaah.

– Adzan ; kalimat adzan menjadikan umat Islam untuk senantiasa ingat Allah, shalat berjamaah dan berjuang meraih keberhasilan.

– Harus ada pemimpin ; setiap melaksanakan shalat berjamaah harus ada pemimpin, dan imam semestinya dipilih dan disepakati oleh jamaah, serta dikenal yang memang pantas menjadi imam dan parameter nya bukan fiisik atau material.

– Makmum siap patuh ; tugas makmum adalah patuh kepada imam, selama imam menjalankan tugas sesuai aturan. Gerakan dan bacaan yang pokok harus diikuti dengan baik, untuk gerakan yang bukan pokok boleh saja berbeda sesuai pengetahuan dan kemampuan.

Cetak Generasi Pemimpin Qurani, Ponpes Roudhotul Qur’an AFCO Group Wisuda 23 Santri Tahfidz

– Kesetaraan ; shalat jama’ah mengajarkan kita kesetaraan, tidak ada yang istimewa sesama makmum, punya hak dan tanggung jawab yang sama.

– Kritis ; Imam adalah juga manusia, yang berpotensi melakukan kesalahan, maka makmum harus siap dan berani menegur imam jika ternyata melakukan kesalahan, namun cara menegurnya juga ada aturan dan adabnya, tidak berlebihan.

– Salih menghargai ; shalat berjamaah mendidik kita untuk saling menghargai jamaah lainnya, sekaligus empati. Ber wangi-wangi an adalah salah satu contohnya.

Jika umat Islam mampu melaksanakan shalat jamaah dengan apa yang diteladankan oleh Rasulullah dan para shahabat serta mengaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, niscaya masyarakat tersebut memenuhi syarat untuk mendapatkan pertolongan Allah sehingga meraih keberhasilan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.

 

Wallahu a’lam bishshawab

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement