AssalamPedia.id – Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an (RQ) AFCO Group kembali menggelar wisuda tahfidz Al-Qur’an tahun 2026 di Masjid Hj. Sumiatun pesantren setempat, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penuh haru dan kebanggaan bagi para santri, wali santri, serta para asatidz yang selama ini membersamai proses menghafal Al-Qur’an.
Pada wisuda tahun ini, sebanyak 23 santri resmi diwisuda dengan capaian hafalan yang beragam. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 santri berhasil menuntaskan hafalan 30 juz, satu santri hafal 20 juz, satu santri hafal 16 juz, dua santri hafal 13 juz, dua santri hafal 11 juz, satu santri hafal 7 juz, satu santri hafal 6 juz, dan satu santri hafal 5 juz.
Capaian tersebut menjadi bukti keseriusan Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an AFCO Group dalam mencetak generasi Qur’ani di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Acara wisuda berlangsung khidmat dan dihadiri para wali santri, tokoh agama, pengurus pesantren, serta masyarakat sekitar. Momen ini bukan hanya menjadi ajang apresiasi atas perjuangan para santri, tetapi juga menjadi refleksi pentingnya menjaga hubungan umat Islam dengan Al-Qur’an.
Dalam mauidhoh hasanahnya, Ustadz Drs. H. Salim Basawad, M.M.Pd menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Menurutnya, kemunduran umat Islam saat ini salah satunya disebabkan karena semakin jauhnya umat dari kitab sucinya.
“Umat Islam bisa mundur karena meninggalkan Al-Qur’an. Sementara umat Yahudi dan Nasrani justru unggul dalam banyak aspek kehidupan karena mereka serius menjalankan nilai-nilai dari kitab sucinya,” ujar Ustadz Salim di hadapan para wisudawan dan wali santri.
Ustadz Salim mengingatkan bahwa para santri tahfidz adalah kader-kader masa depan yang memiliki tanggung jawab besar sebagai penerus kepemimpinan bangsa. Karena itu, hafalan yang telah diraih harus terus dijaga dan diamalkan.
“Anak-anak ini adalah calon pemimpin masa depan. Jangan sampai satu huruf pun dari hafalan yang sudah didapatkan ditinggalkan. Menjaga hafalan itu jauh lebih berat daripada menghafalnya,” pesannya.
Selain itu, Ustadz Salim juga menekankan pentingnya persatuan umat Islam di tengah berbagai perbedaan yang ada. Menurutnya, umat harus lebih mengedepankan persamaan daripada terus memperbesar perbedaan.
“Carilah titik kesamaan dan perkecil perbedaan. Persatuan umat adalah kekuatan besar yang harus terus dijaga,” tegasnya.
Sementara itu, Samiono Abdullah, Pimpinan Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an AFCO Group menyampaikan bahwa wisuda tahfidz ini merupakan bagian dari ikhtiar panjang pesantren dalam membangun generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlak dan kepemimpinan yang baik.
Peran para asatidz serta dukungan orang tua juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan para santri. Secara khusus, kontribusi Bapak Agung Wicaksono sebagai pembina yayasan dinilai memiliki peran strategis dalam pengembangan pesantren dan pembinaan santri.
Dengan terselenggaranya wisuda tahfidz ini, Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an AFCO Group terus menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan Islam yang fokus mencetak generasi harapan, generasi penjaga Al-Qur’an, sekaligus calon pemimpin masa depan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
“Semoga dedikasi beliau disebut sebagai amal jariyah yang tak terputus, karena turut melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang diharapkan mampu membawa keberkahan bagi umat dan bangsa,” harapnya.




Comment