AssalamPedia.id – Di zaman yang serba cepat ini, banyak orang berlomba mengejar kesuksesan, kekayaan, jabatan, dan pengakuan. Tidak sedikit yang menggantungkan kebahagiaan mereka pada pencapaian duniawi. Akibatnya, ketika harapan tidak sesuai kenyataan, hati menjadi kecewa, gelisah, bahkan putus asa.
Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras dan meraih kesuksesan. Namun, Islam juga mengingatkan agar manusia tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi pada dunia yang sifatnya sementara dan penuh ketidakpastian.
Oleh karena itu, Ustadz Rifky Ja’far Thalib dalam kajiannya yang diunggah di channel youtube “Tholabul Ilmi Vision” mengajak jamaahnya agar tidak terlalu tinggi ekspektasi terhadap dunia.
Beliau juga membacakan surat Al-Balad sebagai dasar, bahwa manusia diciptakan di dunia ini memang dalam keadaan susah payah.
“Allah bersumpah dengan tiga. Dengan Kota Makkah, dengan Nabi Muhammad yang tinggal di Kota Makkah, dan dengan bapak serta anaknya. Dengan tiga sumpah ini, Allah hanya ingin menegaskan satu perkara. Apa itu? Laqad khalaqnal insana fi kabad. Dan kalimatnya laqad, itu penegasan. Sungguh-sungguh. Qad, itu penegasan, telah terjadi. Khalaqna, kalimatnya fi’il madhi, wis kadung tak ciptakne, enggak bisa dirubah. Al-insana, manusia itu, fi kabad, dalam keadaan susah payah,” terangnya dalam video.
Beliau juga menjelaskan, bahwa hidup enak di dunia itu hanyalah hal yang semu. Karena hanya merupakan pandangan manusia saja.
“Maka ndak enek Pak, orang uenak tok. Sawang-sinawang. Ndak ada menungso uenak tok. Yang kayaknya hartanya banyak, ternyata hutangnya juga banyak atau masalahnya juga banyak.” imbuhnya.
Untuk itu, beliau juga mengajak agar kita tidak mudah mengeluh terhadap apa yang kita alami di dunia ini. “Jadi hidup itu ya gini ini Pak, kita lalui saja. Wong di dunia ini hidup itu digendong bareng-bareng,” terangnya.
“Sebab itu, maka ibu-ibu ojo gampang ngalem. Bapak-bapak juga gitu. ‘Aku loro wis seminggu anakku ra enek sing teko.’ Gak usah ngalem. Dungo, doa. Doa, iya. Karena boleh jadi itu hasil perbuatan kita di zaman kita muda dulu,” pintanya terhadap jamaah.




Comment