AssalamPedia.id – Ada satu hal yang sering kita lupakan: keikhlasan itu bukan hanya soal niat, tapi juga soal hasil yang Allah munculkan dalam kehidupan kita.
Banyak dari kita mengejar ketenangan, rezeki yang berkah, hati yang lapang, tapi kita mencarinya di tempat yang salah. Padahal Allah telah menjanjikan bahwa buah dari keikhlasan akan hadir dalam hidup kita tanpa kita duga.
Allah Ta’ala berfirman
﴿إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ﴾
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. An-Nahl: 128)
Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ هَمَّهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ شَمْلَهُ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ» “
Siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kaya di hatinya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan hina.” (HR. Ibnu Majah)
Hadits ini seperti menyentuh hati kita dengan lembut: jika kita ikhlas mengejar ridha Allah, maka urusan dunia akan Allah atur dengan cara-Nya. Kita tidak perlu sibuk mengkhawatirkan pandangan manusia, karena Allah sendiri yang akan menata hidup kita.
Bayangkan seseorang yang bekerja bukan untuk mendapatkan pujian, atau menghindari omongan orang, tapi karena ingin mencari nafkah halal dan ridha Allah. Hatinya tidak mudah stres, tidak mudah iri, dan tidak kelelahan karena persaingan. Inilah salah satu buah keikhlasan: ketenangan batin.
Buah keikhlasan yang lain yang akan terasa nyata dalam kehidupan adalah:
Pertama, Hati menjadi lebih lapang dan tenang. Orang yang ikhlas tidak mudah kecewa. Ia tidak bergantung pada pujian manusia, sehingga hatinya tidak sering luka oleh komentar dan penilaian orang lain.
Kedua, Allah memudahkan urusan dan membuka jalan yang tidak disangka-sangka. Kadang kita heran, kenapa sebagian orang hidupnya terlihat sederhana tapi rezekinya mengalir, hatinya tenang, doanya terasa dekat dengan Allah. Bisa jadi itu buah dari amal-amal ikhlas yang tidak pernah mereka ceritakan.
Ketiga, Keikhlasan mengubah cara kita memandang hidup Ketika kita ikhlas, kita tidak lagi mengejar nilai di mata manusia, tapi mengejar ridha Allah. Hidup menjadi lebih ringan, karena kita menyadari bahwa yang paling penting bukan dipuji manusia, tapi diterima oleh Allah. Coba kita lihat diri kita. Berapa banyak hal yang membuat kita lelah hanya karena kita terlalu berharap pada penilaian manusia? Padahal jika sejak awal kita menata niat “Karena Allah”, banyak rasa sakit itu tidak akan muncul.
Mulai sekarang, mari kita latih diri untuk menikmati amal ikhlash tanpa tujuan selainNya. Mungkin itu hanya doa lirih sebelum tidur untuk kita, keluarga dan sahabat sahabat kita, mungkin hanya senyum tulus untuk org org yg kita cintai, atau mungkin sedekah kecil yang kita sembunyikan.
Percayalah, Allah tidak pernah menilai amal dari besar kecilnya, tapi dari seberapa ikhlash hati kita saat melakukannya.
Keikhlasan itu seperti akar pohon yang kuat. Ia tidak terlihat, tapi darinya tumbuh pohon yg begitu kokoh cabang dan rantingnya, lebat daunnya hingga mengeluarkan buah-buah yang ranum berupa ketenangan, keberkahan, dan kemuliaan yang tidak bisa di hasilkan kecuali dengan akar keikhlasan.
Oleh: Ustadz Aminuddin bin Imam Muhayi (AIM)

Comment