AssalamPedia.id – Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti halaman Masjid H. Suwarno, Desa Plosogeneng, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jumat (27/3/2026). Sore itu, puluhan anak tampak duduk didampingi orang tua dan keluarga, menunggu giliran mengikuti khitan massal yang digelar oleh AFCO Group.
Sebanyak 30 peserta ambil bagian dalam kegiatan sosial ini. Mereka berasal dari anak-anak karyawan AFCO Group hingga masyarakat umum yang memanfaatkan kesempatan tersebut.
Bagi sebagian keluarga, program ini bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian yang meringankan beban ekonomi sekaligus menghadirkan kebahagiaan.
Di antara peserta, sosok Prabu Krisna Angga menarik perhatian. Anak yatim piatu asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh itu tampak tegar, meski sesekali memperlihatkan raut tegang sebelum menjalani proses khitan.
Namun setelah selesai, wajahnya berubah cerah. Senyum tipis mengembang, menandakan rasa lega sekaligus bahagia.
“Saya senang bisa ikut khitan di sini,” ucap Prabu singkat.

Bagi Prabu, momen ini menjadi pengalaman penting dalam hidupnya, sebuah langkah menuju kedewasaan yang dijalani dengan dukungan banyak pihak.
Mardiono, wali dari Prabu, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga memberikan perhatian moral kepada anak-anak yang membutuhkan.
Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen sosial AFCO Group dalam berbagi kepada masyarakat sekitar. Manager HRD AFCO Group, M. Zainal Fanani, menyampaikan salam dari pimpinan perusahaan, H. Agung Wicaksono, yang berhalangan hadir secara langsung.
Fanani berharap kegiatan ini membawa manfaat jangka panjang bagi para peserta.
“Kami mendoakan anak-anak yang mengikuti khitan massal ini menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, serta bermanfaat bagi agama dan bangsa,” tuturnya.
Khitan massal ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang bertemunya kepedulian, kebersamaan, dan harapan. Di balik proses medis yang dijalani, tersimpan cerita-cerita kecil tentang perjuangan, rasa syukur, dan masa depan yang ingin diraih.
Di tengah kesederhanaan acara, tawa anak-anak dan doa para orang tua menjadi pengingat bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat menghadirkan dampak besar.
Bagi Prabu dan puluhan anak lainnya, hari itu bukan hanya tentang khitan, tetapi tentang awal baru yang penuh harapan.
Sementara itu, Ustadz Salim Al Bantani menuturkan bahwa khitan merupakan salah satu sunnah Rosulullah SAW yang banyak sekali manfaatnya.
“Khitan itu, bukan sekedar sunnah. Tapi secara medis juga baik untuk kesehatan. Terutama untuk membersihkan kotoran pada kemaluan laki-laki,” tuturnya.

Comment