Dakwah

Berpihak kepada Kebenaran, Kisah Semut dan Nabi Ibrahim AS yang Dibakar Raja Namrudz

AssalamPedia.id – Keberpihakan kepada kebenaran menjadi suatu kewajiban bagi orang islam. Walaupun keberpihakan tersebut, hanya berada di dalam hati mereka, tidak dalam sua tu perbuatan.

Diceritakan, ketika Nabi Ibrahim AS dibakar oleh Raja Namrudz, seekor semut membawa setetes air. Seekor binatang lain kemudian bertanya kepada semut tersebut.

“Untuk apa kamu membawa setetes air tersebut, wahai semut?”

Semut itu kemudian menjawab,

“Untuk memadamkan api yang membakar tubuh Nabi Ibrahim.”

AFCO Group Gelar Halal Bihalal dan Pengajian, Ustadz Rifky Ja’far Thalib Tekankan Pentingnya Istiqomah Pasca Ramadhan

“Tahukah kamu bahwa apa yang kamu lakukan itu tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali kesia-siaan?” ujar binatang tersebut sambil menertawakan semut.

Semut itu kemudian berkata,

“Aku tahu. Tapi dengan setetes air inilah aku menunjukkan di pihak siapa aku berada.”

Pada kesempatan yang lain, seekor cecak mendekati kobaran api yang juga tengah membakar kekasih Allah Ibrahim AS. Seekor binatang kemudian bertanya kepada cecak tersebut.

“Untuk apa kamu merayap mendekati kobaran api tersebut dan membahayakan dirimu, wahai cecak?”

WBS Boyolali Gelar Pengajian dan Buka Bersama, Perkuat Kebersamaan di Bulan Ramadhan

Cecak itu berkata,

“Untuk meniup api yang tengah membakar Ibrahim agar semakin membara.”

“Tahukah kamu bahwa apa yang kamu lakukan itu tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali kesia-siaan?” ujar binatang tersebut.

Cecak itu kemudian berkata,

“Aku tahu. Tapi dengan inilah aku menunjukkan dipihak siapa aku berada.”

Sampaikan Tanda-Tanda Kiamat, Ustadz Usman Sebut 7 Golongan yang Dapat Naungan Allah SWT di Hari Kiamat

Maka kemudian Rasulullah bersabda dalam 2 haditsnya;

Dari Ibnu Abbas RA beliau berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW mencegah dari membunuh empat hewan: Semut, lebah, burung hud-hud, dan burung shurad.” (HR. Abu Dawud: 2490)

Dari Ummu Syariik Rha bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk membunuh cecak. Beliau bersabda, “Dahulu cecak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim AS.” (HR. Bukhari: 3359)

Dari contoh 2 binatang tadi kita bisa ambil petunjuk bahwa dimana hari ini kita dituntut untuk berfikir dan bertindak bahwa sekecil apapun kita berbuat untuk membela yang benar adalah bukti bahwa dimana kita berpihak.

Sumber : amaliah.id

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement