AssalamPedia.id – Komunitas Ngopi Bareng Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah se-Jawa Timur menggelar kunjungan industri bertajuk “Visit To Factory Frozen Food Business” di kompleks produksi CV. Wahana Sejahtera Foods, yang berada di bawah naungan AFCO Group, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Sabtu (14/9/2025).
Kegiatan ini diikuti sekitar 24 peserta dari perwakilan PD Muhammadiyah berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Kabupaten Madiun, Gresik, Surabaya, Tulungagung, Kota Kediri, Kota Pasuruan, Trenggalek, Lamongan, hingga tuan rumah Jombang.
Melihat Langsung Proses Produksi
Komunitas Ngopi Bareng Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah se-Jawa Timur mengunjungi langsung beberapa lokasi yang berada di bawah naungan AFCO Group. Di antaranya Kunjungan ke CV. Wahana Sejahtera Foods untuk melihat proses halal dari produk unggas, seperti ayam dan Bebek. Serta kunjungan ke CV. PBS untuk melihat proses produksi pangan olahan.
Ketua PD Muhammadiyah Jombang, Prof. Dr. Abdul Malik, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memberikan wawasan praktis kepada para pimpinan daerah Muhammadiyah terkait industri pangan, khususnya frozen food, yang saat ini tengah berkembang pesat di Indonesia.
“Melalui kunjungan ini, kita bisa melihat secara langsung bagaimana produk makanan beku diolah dengan standar modern, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Hal ini menjadi inspirasi bagi Muhammadiyah dalam mengembangkan ekonomi umat di bidang pangan,” ujar Prof. Malik.
Para peserta juga diajak berkeliling area produksi CV. Pangan Berkah Sejahtera (PBS) untuk menyaksikan lini produksi berbagai jenis frozen food seperti nugget ayam, sosis, bakso, hingga olahan seafood. Proses yang ditampilkan tidak hanya menekankan kualitas bahan, tetapi juga higienitas dan standar keamanan pangan.

Diskusi Kerjasama Ekonomi Umat
Selain kunjungan ke ruang produksi, kegiatan ini juga diisi dengan forum diskusi interaktif bersama Direktur CV. WSF-AFCO Group, Ibu Pipit Puspita. Dalam kesempatan tersebut, para pimpinan Muhammadiyah membahas potensi kerjasama strategis dalam membangun jaringan ekonomi umat, khususnya di sektor pangan dan distribusi produk.
“Kami membuka ruang kolaborasi dengan Muhammadiyah, tidak hanya dalam bentuk distribusi produk, tapi juga pelatihan kewirausahaan, pembinaan UMKM, hingga peluang kemitraan bisnis yang berbasis pada pemberdayaan ekonomi umat,” ungkap Pipit Puspita.
Diskusi berlangsung hangat, dengan para peserta antusias memberikan pertanyaan serta masukan terkait strategi pemasaran produk halal, peluang ekspor, hingga pemanfaatan jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai mitra bisnis dalam memperluas pasar.

Kunjungan ke Ritel AFCO Fresh
Kegiatan kunjungan ditutup dengan agenda store visit ke AFCO Fresh, toko ritel resmi milik AFCO Group yang menjual berbagai produk frozen food siap saji. Di sana, para peserta dapat melihat langsung bagaimana strategi pemasaran, penataan produk, hingga pelayanan kepada konsumen dilakukan secara profesional.
Menurut Prof. Abdul Malik, kunjungan ke AFCO Fresh memberi gambaran nyata tentang bagaimana industri makanan beku tidak hanya berhenti pada proses produksi, tetapi juga harus dikelola secara komprehensif hingga sampai ke tangan konsumen.
“Dengan model bisnis terintegrasi dari hulu ke hilir yang ditunjukkan AFCO, kami melihat ada banyak pelajaran yang bisa diterapkan oleh Muhammadiyah di berbagai daerah, terutama dalam mengembangkan kemandirian ekonomi umat,” tuturnya.

Membangun Kemandirian Ekonomi Umat
Kegiatan Ngopi Bareng ini menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah Jawa Timur untuk memperluas wawasan dan jejaring di bidang ekonomi. Selain sebagai organisasi dakwah, Muhammadiyah juga memiliki komitmen kuat dalam pemberdayaan masyarakat melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan kini semakin intensif merambah pada sektor ekonomi.
“Kita ingin Muhammadiyah tidak hanya kuat secara ideologi dan sosial, tapi juga berdaya di bidang ekonomi. Karena dengan ekonomi yang mandiri, kita bisa memberikan kontribusi lebih besar bagi umat dan bangsa,” tegas Prof. Malik.

Comment