AssalamPedia.id – Bulan Dzulhijjah, merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di bulan ini, ada berbagai keutamaan amal shaleh yang bisa dilakukan oleh umat islam dengan pahala yang besar.
Inilah beberapa amalan shaleh yang bisa dilakukan untuk mengisi awal bulan Dzulhijjah.
1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya,
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga“. ) HR. Bukhari dan Muslim
2. Berpuasa Sunnah sejak tgl 1 Dzulhijjah jika tidak ada udzur.
قَالَ الله ُعَزَّ وَجَلَّ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ ,وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ،
Alloh berfirman (dalam Hadits Qudsi)
“Setiap amal shaleh anak Adam baginya, kecuali Puasa, Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya, dan puasa itu adalah perisai… (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Berpuasa Tanggal 9 Dzulhijjah bagi kaum muslimin di tanah air, ketika jamaah haji wukuf di Arafah.
عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ سُئِلَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ
عَرَفَةَ ؟ قَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ، رَوَاهُ مُسْلِمٌ
“Abu Qatadah r.a berkata, “Rasulullah SAW ditanya tentang puasa Arafah (9 Dzulhijjah), lalu ia menjawab, “Puasa Arafah menghapus dosa pada tahun yang lewat, dan tahun berikutnya” (HR. Muslim).
4. Memperbanyak Takbir, tahmid dan tahlil.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala.
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
“…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …” (QS. Al Hajj: 28)
5. Memohon ampunan di bulan Dzulhijjah
وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nisa: 106)
6. Menyembelih Hewan Qurban bagi yang mampu.
ثَلَاثٌ هُنَّ عَلَيَّ فَرَائِضُ وَهُنَّ لَكُمْ تَطَوُّعٌ اَلْوِتْرُ وَالنَّحَرُ وَصَلَاةُ الضُّحَى
“Tiga hal yang wajib bagiku, sunah bagi kalian yaitu shalat witir, kurban, dan shalat Dluha.”
(HR Ahmad dan al-Hakim).
مَنْ وَجَدَ سَعَةً لِأَنْ يُضَحِّيَ فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَحْضُرْ مُصَلَّانَا
“Barangsiapa mampu berkurban dan ia tidak melaksanakannya, maka janganlah ia menghadiri tempat shalat kami.” (HR al-Baihaqi).
7. Bagi yang telah berniat Qurban, hendaklah tidak memotong kuku dan mencukur rambut dan bulu pada tubuhnya.
إِذَا رَأَيْتُمْ هِلَالَ ذِيْ الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ، فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعَرِهِ وَأظْفَارِهِ
“Bila kalian melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian menghendaki berkurban, maka tahanlah rambut dan kukunya (untuk tidak dipotong)”. (HR Muslim dan lainnya).
8. Melakukan amal amal shaleh lebih banyak.
مَنۡ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنۡ ذَكَرٍ اَوۡ اُنۡثٰى وَهُوَ مُؤۡمِنٌ فَلَـنُحۡيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجۡزِيَـنَّهُمۡ اَجۡرَهُمۡ بِاَحۡسَنِ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ
“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An Nahl : 97)
9. Sholat Ied bersama kaum muslimin di tanggal 10 Dzulhijjah Dan mengerjakan Sunnah Sunnahnya seperti : mandi besar, memakai wangi wangian, berpakaian terbaik, berjalan bersama keluarga sambil mengumandangkan takbiran dan membedakan jalan pergi dan pulangnya, tidak makan sebelumnya serta bergembira dan menghadirkan kegembiraan kepada orng org beriman dengan segala rupa di hari Ied ini.
10. Memasukkan kebahagiaan ke hati orng -orang beriman
«مَنْ أَدْخَلَ عَلَى مُؤْمِنٍ سُرُورًا؛ إِمَّا أَنْ أَطْعَمَهُ مِنْ جُوعٍ، وَإِمَّا قَضَى عَنْهُ دَيْنًا، وَإِمَّا يُنَفِّسُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرَبَ الْآخِرَةِ،
Hadits dari Ibnu Abbas Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Siapa yang memasukkan kebahagiaan kedalam haji orang beriman, apakah itu memberinya makan dari kelaparan, ataukah melunasi hutangnya, menyelesaikan permasalah dunianya, maka Alloh akan memudahkan kesulitannya di akhirat. (HR. Al Hakim)

Comment