Semangat Gotong Royong Warnai Kurban AFCO Group 2026 di Jombang
Semangat Gotong Royong Warnai Kurban AFCO Group 2026 di Jombang
previous arrow
next arrow
Dakwah

Maulid Nabi, Lahirnya Cahaya di Tengah Gelapnya Peradaban

AssalamPedia.id – Pasti bukan kebetulan, jika bulan ini spesial bagi bangsa Indonesia, bulan Agustus tahun ini bertepatan dengan bulan mulia Rabi’ul awwal.

Jika 17 Agustus adalah bulan kemerdekaan Indonesia, maka Rabi’ul Awwal adalah bulan istimewa, karena di bulan inilah Nabi kita dilahirkan, dan pada bulan ini pula Beliau diwafatkan.

Rabi’ul Awwal dalam arti harfiahnya adalah musim semi pertama. Musim yang selalu dirindukan semua negeri, terutama yang memiliki 4 musim. Kenapa? Karena angin yang bertiup lembut menyapa, dedaunan yang mulai trubus, kuncup-kuncup bunga yang merekah, buah-buah yang menunjukkan ranumnya dan burung burung yang bersautan di antara dahan dan ranting, sejak fajar mulai memerah hingga mentari masuk ke peraduannya.

Demikian juga sang Nabi, kelahiran sudah di ditetapkan sejak 50.000 tahun sebelum alam ini diciptakan Alloh.

Dilahirkan sebagai penutup para nabi dan rasul, penyempurna risalah Alloh yang mulia, Agama Islam, yang dibawa sejak Adam, Ibrahim, Musa hingga nabi Isa, alahimus salam.

Kajian Islam AFCO Group, Dr. Nur Hannan: Profesionalisme dalam Bekerja adalah Ibadah

Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wa sallam, lahir di tengah pekatnya kehidupan di seluruh bumi.

Kala itu sejatinya kerusakan tidak hanya di Mekah, di Romawi manusia dijadikan Tuhan yang disembah, manusia diperas dengan pajak tinggi, manusia diadu dengan binatang sebagai hiburan.

Demikian juga di Persia, manusia diangggap titisan Tuhan, apipun disembah, para bangsawan menumpuk harta benda, menjadikan rakyat sebagai budak. Di Mesir kuno, kucingpun dianggap dewa kemudian disembah, manusia diperbudak untuk diperas seluruhnya untuk membangun Piramida dan spinx.

Demikian pula di India, zaman itu batu disujudi, pohon dimulyakan. Sorang istri harus mengikuti suaminya yang mangkat, mencemplungkan dirinya ke tempat pembakaran suaminya. Wanita tidak mendapatkan warisan, kaum jelata tidak diperkenankan membaca kitab suci.

Juga di Cina, manusia yang memiliki kekuasaan dan kekuatan lebih dianggap dewa, jika meninggal diberi sesaji, para lelaki dikebiri, diperbudak di istana. Kaum wanita layaknya benda yang bisa dijual belikan dan di wariskan.

Ta’aruf Bukan Sekadar Mengenal, tetapi Ikhtiar Membangun Keluarga Sakinah

Demikian juga di jazirah Arab, patung disembah, anak-anak perempuan di kubur hidup-hidup. Perzinahan, riba dan judi meraja lela.

Pendeknya manusia di seluruh bumi ini telah jatuh ke titik terendah akhlaq mereka. Al-Quran menyebut sebagai kejahiliyah.

Jika saja tidak ada kaum Hanafiah yang berdoa kepada Alloh di Ka’bah – yang kala itu berisi ratusan patung-. “Yaa Alloh.. kami tidak tahu lagi bagaimana cara menyembahMu, berilah kami petunjuk.”
Maka barangkali Nabi tak akan dilahirkan dan diutus untuk memperbaiki manusia.

Maka lahirnya Sang Nabi adalah cahaya yang di nanti bumi untuk menyingkirkan pekatnya kegelapan jahiliyah.

Bayi mungil yang berparas elok itu tidak saja membuat ibundanya tersenyum bahagia, bahkan bumi dan seisinya seakan terbangun dari tidurnya. Bersama terbitnya fajar, kemudian disempurnakan dengan cahaya syariat yang terang benderang. Mengalahkan menara-menara api Persia, menenggelamkan pesona istana-istana Romawi. Dan menutup semua keindahan palsu peradaban manusia yang dibangun di atas penindasan manusia.

Ustaz Rifky Ja’far Ajak Karyawan AFCO Group Jadikan Doa dan Zikir Bagian dari Aktivitas

Maka tidak ada mana yang lebih layak disematkan pada bayi yang penuh keberkahan itu selain Muhammad shalallahu alaihi wassalam, yang maknanya adalah seorang yang yang terpuji.

Ditulis oleh: Ustadz Aminudin Ibnu Muhayyi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement