Semangat Gotong Royong Warnai Kurban AFCO Group 2026 di Jombang
Semangat Gotong Royong Warnai Kurban AFCO Group 2026 di Jombang
previous arrow
next arrow
Dakwah

Belajar dari Petani Tentang Makna Sabar, Syukur, dan Ikhtiar

Oleh: Aminuddin bin Imam Muhayi (AIM)

AssalamPedia.id – Tirulah para petani, karena mereka adalah sosok yang paling mudah untuk di teladani. Tentang kesabaran, kesyukuran, tentang kerja keras, tentang keikhlashan, tentang semangat, tentang qonaah dan sifat baik lainnya.

Di balik kesederhanaan murni, tanpa settingan, menyimpan pesona akhlaq yang luar biasa.

Dari mereka kita belajar kesabaran, dalam menanam hingga menuai hasil panen. Walau kadang panenan tak sesuai harapan, entah dimakan serangga, diserang tikus bahkan saat tanah pertanian terendam banjir, mereka tetap sabar mengulangi prosesnya. Mulai dari nol kembali, tanpa pernah jemu menekuni karunia Alloh.

Apalagi tentang rasa syukur kepada Alloh. Bahkan di titik yang paling bawahpun. Seandainya hasil akhir yang Alloh izinkan untuk bisa dibawa pulang atau yang di jual hanya sedikit akibat serangan hamapun mereka tetap bersyukur, “mosok Gusti Alloh mboten Maringi rezeki.. ? Alhamdulillah ada “sisa” yang bisa di nikmati.

AFCO Group Meriahkan Karnaval Budaya Mojokrapak Jombang, Bagikan Hasil Bumi dan Gelar Pengobatan Gratis

Tentang kerja keraspun jangan ditanya, tak ada profesi yang lebih membutuhkan modal semua hal melebihi mereka, ya uang, yang tenaga, ya fikiran apalagi kesiapan mental dan hati.

Lengkap rasanya untuk menyebut kerja keras mereka, menumbuhkan, merawat dan memanen tanaman pertanian mereka. Semua dikerahkan secara maksimal. Hampir tak ada waktu untuk abai sedikitpun. Mereka selalu bersemangat menjalani semua prosesnya.

Yang paling hebat lagi dalam qonaah dan keikhlasan, merasa cukup dengan berapapun hasil yang bisa dipanen. Mereka memahami bahwa bekerja memerlukan kesungguhan dan semangat membara demi menghadirkan semua sebab untuk tercapainya hasil terbaik. Tapi berapapun hasil halal yang diperoleh, itulah adalah karunia yang bernilai dari Alloh

Bukan pula pasrah bongkokan tanpa ikhtiar hebat sebelumnya atau pasrah sepenuhnya kepada nasib tanpa upaya maksimal.

Mengapa segala hal yang baik ini seakan muncul begitu saja pada mereka? Barangkali karena mereka yakin ini adalah ibadah terbaik mereka dan mereka bahagia menjalaninya. Sebagai sebutan untuk mereka dalam bahasa Arab فلاح Fallahun jamaknya فلاحون yaitu orang orang yang berbahagia.

Kajian Islam AFCO Group, Dr. Nur Hannan: Profesionalisme dalam Bekerja adalah Ibadah

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ طَيرٌ أَوْ إِنْسَانٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ رواه البخاري ومسلم والترمذي

“Dari sahabat Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau menebar bibit tanaman, lalu (hasilnya) dimakan oleh burung atau manusia, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya” (HR Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi).

Sudahkan kita menganggap kerja kita adalah ibadah? Dan kita berbahagia menjalaninya?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement